MAKI : Terbentuknya PT. SBS Disinyalir Hanya Beratkan PT. BA

IMG 20210327 WA0039
23 / 100

“Keberhasilan suatu perusahaan dalam melakukan akuisisi tergantung pada hasil penilaian audit auditor independent sebelum akuisisi dan proses akuisisi harus di jelaskan dalam laporan keuangan konsolidasian secara transfaran karena PT BA perusahaan terbuka,” tambahnya.

Dalam financial report PT BA dirinya membaca, bahwa manajemen berpendapat transaksi kombinasi bisnis yang dilakukan oleh Grup telah sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tapi di jelaskan di dalam FR PT BA pendapat OJK, terangnya

“Ada kecurigaan, dengan proses akuisisi ini, dilakukan pihak manajemen ataukah pemegang saham dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia atau orang – orang yang diluar itu namun berpengaruh kepada manajemen,” tuturnya.

“Coba simak keuntungan PT BA tahun 2016 yang seharusnya naik mendekati Rp 3 Trilyun, namun karena mengakuisisi saham PT SBS turun dari tahun 2015. Keuntungan P BA tahun 2016 berdasarkan perhitungan auditor independent hanya pada kisaran Rp. 2 trilyun,” ajaknya.

Sebelumnya kata feri PTBA juga telah mengakuisisi saham PT Bumi Sawindo Permai pada Oktober 2014. PTBA mengakuisisi 99,9% saham PT BSP dengan harga pembelian Rp. 861 miliar melalui BMI.

PT BSP merupakan perusahaan dengan kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit dan pengolahan hasil turunan kelapa sawit yang berdomisili di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Dimana Pada perjanjian jual beli saham, PT BMI mengambil alih saham senilai Rp. 861 milyar dari pemegang saham sebelumnya, PT Mahkota Andalan Sawit (PT MAS) dan Mily, Biaya terkait akuisisi telah dibebankan pada beban administrasi, dan umum pada laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2014.

Dari seluruh nilai piutang senilai nominal Rp. 42,6 Miliar dan piutang senilai Rp. 41,5 Miliar PTBA berpendapat piutang yang tertagih.

Sepertinya Manajemen PT BA berpendapat terhadap hutang PT BSP senilai hampir Rp. 600 milyar setara dengan asset yang dinyatakan oleh PT BSP mendekati Rp 800 milyar. Hingga pembelian saham PT BSP senilai Rp 861 milyar sangat layak dan menguntungkan.
Dan kembali pihak manajemen PTBA berpendapat bahwa transaksi kombinasi bisnis yang dilakukan oleh PTBA telah sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Namun didalam FR PT BA belum di temukan pendapat dari Otoritas Jasa Keuangan dan hasil penilaian auditor independent sebelum proses akuisisi.

Pertanyaannya apakah saat ini PT yang telah diakuisisi tersebut telah memberikan keuntungan bagi PTBA atau masih terus di subsidi oleh PTBA terutama untuk PT SBS Tanjung Enim, tutup Feri

Sementara itu pihak manajemen PTBA saat di konfirmasi melalui sekretaris perusahaan Apollonius Andwie saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp mengatakan “Seperti diketahui, transaksi tersebut telah sesuai dengan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan.”

Tambahnya “Transaksi juga telah diumumkan di keterbukaan informasi publik Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini Sesuai Peraturan BAPEPAM LK No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama (dimana ini bukan Termasuk Transaksi Material). Peraturan Bapepam LK No. X.K.1 tentang Keterbukaan Informasi Yang Harus Segera Diumumkan kepada Publik.”

Sedangkan terkait apakah saat ini perusahaan (PT) yang telah diakuisisi oleh PTBA tersebut telah memberikan keuntungan bagi PTBA atau masih terus di subsidi oleh PT.BA terutama untuk PT.SBS sendiri dan dijelaskannya kalau pihaknya akan memastikan datanya terlebih dahulu namun sejauh ini tidak ada subsidi dari PT.BA untuk anak perusahaan,

“Kami perlu memastikan datanya terlebih dulu. Tapi sejauh ini tidak ada subsidi yang diberikan PTBA ke anak perusahaan.” Jelasnya [Enjie/AW]

Redaksi

Author: Redaksi