MAKI : Terbentuknya PT. SBS Disinyalir Hanya Beratkan PT. BA

IMG 20210327 WA0039
23 / 100

BAKINNEWS | MUARAENIM – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumatera Bagian Selatan, melalui Deputy Sumbagsel Ir Feri Kurniawan, kembali angkat bicara terkait akuisisi yang dilakukan PT Bukit Asam (PTBA) melalui anak Perusahaan PT Bukit Multi Investama (PT BMI). Dalam akuisisi saham PT Satria Bahana Sarana (PT SBS) tersebut, bertujuan untuk meningkatkan performa, demikian ungkap Feri pada Kamis (25/03/2021) saat dijumpai di Hotel Aston Palembang Sumatera Selatan.

Dijelaskan Feri, Pada tahun 2015 lalu PT Bukit Asam (PT BA) di sinyalir melalui anak Perusahaannya PT BMI mengakuisisi saham PT SBS. Dalam melakukan akuisisi itu, ada dugaan PT BMI menggelontorkan dana sebesar Rp 48 Miliar untuk memperoleh kepemilikan 95% atas saham SBS.

PT SBS ini, bergerak dalam bidang pengangkutan darat, konstruksi, perdagangan, pertambangan, perbengkelan, jasa dan berkantor di Jakarta.

Menurut Feri, manajemen PT Bukit Asam berpendapat aktiva PT SBS di sinyalir merepresentasikan jumlah yang lebih besar dari nilai buku yang dibayar oleh PT BA.

Aktiva PT SBS yang di anggap menguntungkan itu di duga sebesar Rp.102 miliar yang timbul dari akuisisi saham PT SBS. Dan akan diperoleh melalui sinergi operasi Kelompok Usaha dari SBS melalui keahlian pada bisnis jasa pertambangan dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh SBS, ungkap Feri

Selain itu lanjutnya, Manajemen PTBA mengakui dalam akuisisi PT SBS tidak mengurangi pajak penghasilan yang harus di bayar PTBA. Dan manajemen PTBA juga berpendapat dari seluruh nilai piutang usaha dan piutang lain-lain senilai Rp 58,1 miliar sebagai piutang tertagih.
Dugaan adanya Kas PT SBS sebesar Rp. 50,1 milyar dan asset PT SBS yang dinilai sebesar Rp. 176 milyard dianggap sebanding dengan hutang PT SBS senilai hampir Rp. 423 milyar, urainya

Lebih lanjut Feri menjelaskan, di sinyalir hutang PT SBS ini termasuk hutang ke perbankan dengan nominal Rp. 217 milyar dan hutang kepada kepada pihak ketiga, termasuk hutang pajak yang menjadi hutang PT BA dengan mengakuisisi saham PT SBS.

“Sekarang, apakah proses akuisisi tersebut telah sesuai aturan dan tidak menambah beban perusahaan serta tidak berpotensi merugikan keuangan negara,” kata Feri. (Bersambung)

Redaksi

Author: Redaksi