Tambang Ilegal Merajalela,Camat Perhentian Raja Tutup Mata

Riau,( Bakinnews ) — Camat Perhentian Raja Kabupaten Kampar Riau Agus Wiyana terkesan melakukan pembiaran atas perbuatan menyimpang serta pelanggaram undang undang yang dilakukan oleh Kades Kampung Pinang Ulul Amri.

Kades telah membuat kesepakatan dengan pengusaha tambang agar dapat melakukan kegiatan ilegal yakni melakukan penambangan pasir Ilegal.

Meskipun perbuatan tersebut jelas jelas ada unsur pidananya,namun hingga kini Camat Perhentian Raja seakan akan merestui hal tersebut.

Ini bisa dilihat dengan tutup matanya camat serta tidak pernah melakukan teguran pada Kades Ulul Amri.

Tambang ilegal yang ada di desa Kampung pinang adalah sebuah aktifitas yang jelas jelas perbuatan melanggar undang undang.

Selain itu kegiatan tersebut juga dapat merusak ekosistem lingkungan dan juga mengganggu aktifitas masyarakat,baik karena jalan yang jadi rusak ataupun potensi potensi lainnya yang disebabkan oleh aktifitas penambangan ilegal tersebut.

Meskipun mengetahui bahwa ada pelanggaran yang dilakukan oleh Kades Kampung pinang,namun hingga saat ini camat masih tutup mata atas hal tersebut.Apa yang dilakukan oleh camat membuat Kades dan para pengusaha tambang dapat leluasa dan sesuka hati untuk menjalankan kegiatannya.

Mereka tidak peduli bahwa apa yang mereka lakukan sesuatu yang dilarang negara.Dalam pemikiran mereka,mereka bisa terus beraktifitas sebab Camat membiarkan hal itu terjadi.

Seharusnya dari awal penambangan ilegal ini tidak boleh ada di Kampung pinang.Apalagi usaha ini berjalan sebab adanya sebuah MOu atau kesepakatan yang tidak berpedoman pada aturan dan undang undang.

“Ulul Amri selaku Kades mestinya berpedoman pada UU Minerba nomor 3 tahun 2021 pasal 158 yang berbunyi ” Bahwa orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000.

“Termasuk juga setiap orang yang memiliki IUP pada tahap eksplorasi, tetapi melakukan kegiatan operasi produksi, dipidana dengan pidana penjara diatur dalam pasal 160.”

Meskipun Kades Kampung pinang telah melakukan kesalahan tapi Camat tidak pernah menganggap bahwa Itu sebuah kesalahan.

Hal inilah yang telah menjadikan kegiatan ilegal itu tetap berjalan.

Camat Agus Wiyana lupa bahwa sebagai camat dan ASN sudah seharusnya untuk patuh san taat pada aturan dan undang undang, Bukan malah tutup mata dan merestui.

Guna memperoleh informasi soal tambang ilegal tersebut awak media mencoba mengkonfirmasi pada Camat perhentian Raja.

Saat dihubungi lewat whatsaap camat menjelaskan bahwa hari ini tidak bisa jumpa karena di Bangkinang.

“Soal MoU yang dilakukan oleh Kades Ulul Amri itu bukan disaat saya jadi Camat.Tapi MoU itu terjadi saat camat yang Lama.Saya tidak pernah mengetahui soal MoU tersebut”.

“Jika memamg tidak ada izin berarti ilegal.Untuk lebih pastinya nanti akan saya tanyakan pada Dinas Perizinan,apakah ada izin atau tidak, Satu hal yang pasti saya tidak pernah mengeluarkan izin.

Sebuah jawaban yang mengindikasikan bahwa camat tidak paham soal aturan dan undang undang.

“Izin pertambangan bukan dikeluarkan oleh kabupaten,sebab izin hanya pertambangan hanya dikeluarkan oleh pusat, Jadi pemerintah daerah hanya bisa mengeluarkan rekomendasi, Soal bisa atau tidaknya tetap wewenang dari pusat.

Selain itu jawaban Camat terkesan tidak paham tugasnya sebagai aparatur negara, Camat terkesan buang badan atas keberadaan tambang ilegal.

Meskipun sebuah kesepakatan terjadi sebelum dirinya menjabat,namum jika ada kegiatan yang melanggar aturan dan undang undang maka sudah kewajiban camat untuk menghentikannya.

Camat tidak boleh melakukan pembiaran sehingga kegiatan ilegal bisa berjalan dengan leluasa.

Restu dan aksi tutup mata camat yang membuat penyimpangan ini tetap ada.

Sebagai negara hukum maka semua harus berjalan harus sesuai aturan dan undang undang.**

 

Penulis : Redaksi

Eman Melayu
Author: Eman Melayu
Pemimpin Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *