Pemerkosaan Karyawan Kafe Bentuk Lemahnya Pengawasan Pemkab Sukoharjo

 

 

Jateng,( Bakinnews ) — Terus beroperasinya tempat hiburan malam di Sukoharjo sangat dikeluhkan masyarakat, Hal ini bukan tanpa alasan,sebab selama.ramadhan tempat hiburan malam tetap beroperasi seperti biasa tanpa ada aturan khusus.

Semua tak lepas dari ketidak pedulian Pemko Sukoharjo guna mengatum jam opersional tempat hiburan malam selama Ramadhan.

Tidak adanya tindakan nyata Pemkab Sukoharjo dalam mengatur opersioanal tempat hiburan telah banyak menyebabkan kemaksiatan merajalela.

Salah satunya adanya kasus pemerkosaan kepada pemandu lagu disebuh tempat hiburan malam.Bahkan tak tanggung tanggung wanita pemandu lagu tersebut diperkosa oleh 3 orang yang berasal dari karang anyar.

Kebebasan yang diberikan oleh Pemkab Sukoharjo seperti membawa angin segar bagi para pengusaha hiburan malam dan juga orang orang yang gemar berbuat maksiat.Banyak tempat hiburan malam yang terpantau buka hingga pagi.

Mereka berani beraktifitas hingga pagi karena pemkab Sukoharjo tidak ada membuat aturan khusus selama Ramadhan.Pemkab seakan akan lebih pro kepada pengusaha tempat hiburan malam.

Ironinya ada juga tempat hiburan malam yang berlokasi dekat dengan Polsek.

Namun mereka tetap leluasa melaksanakan aktifitas yang meresahkan masyarakat tersebut.Seakan akan apa yang mereka perbuat ingin mencoreng muka penegakan hukum di Sukoharjo.

Salah satunya yakni pemerkosaan yang dialami Pemandu Karaoke berinisial E(22 thn).

Menurut E yang bekerja sebagai Pemandu Karaoke di kafe Risma Pertiwi yang beralamat dijalan terminal Kartasura,dusun 1 Wirogunan kecamatan Kartasura Sukoharjo menyampaikan pada awak media bahwa dirinya telah diperkosa diruangan karaoke oleh 3 orang.

Ketiga orang tersebut berasal dari Karanganyar.Mereka sengaja datang ke Sukoharjo sebab disini tempat hiburan masih bebas tampa aturan khusus.

“Awalnya ketiga orang asal Karanganyar tersebut meminta saya untuk menemaninya berkaraoke.

Saat menyanyi tersebut mereka juga meminum ciu.Setelah cukup lama menyanyi sambil minum ciu,ketiga orang tersebut akhirnya mabuk.Ketika mabuk tersebut ketiga orang itu memperkosa saya diruangan karaoke.

“Mendapat perlakuan bejat tersebut saya pun akhirnya berteriak.Mendengat ada ribut ribut di room 4 para penjaga berdatangan.Melihat ada penjaga ketiga orang itu pun akhirnya kabur.

Melihat mereka kabur penjaga kafe dan karyawan melakukan pengejaran. Akhirnya mereka pun ditangkap.Setelah itu mereka bertiga dihajar dan disekap.

Penyekapan itu dilakukan dengan cara memasukan kedalam kandang anjing”ujar E.

“Setelah terjadinya penyekapan ketiga orang asal Karanganyar lalu memberikan uang ganti rugi sebesar 1,5 juta kepada saya.

Setelah menyerahkan uang tersebut mereka pun dipindahkan ke room.Lalu manajemen menyuruh saya untuk pulang.Saya pun langsung pulang sama ibu.

Sebenarnya saya baru empat hari kerja dikafe Risma Pratiwi sebelum terjadinya pemerkosaan tersebut.

Bahkan untuk gaji saya saja belum pernah terima, Soal gaji selam 4 hari kerja tersebut kata manajement sudah tidak ada lagi.

Menurut manajemen gaji saya digunakan sebagai biaya syukuran atas kasus pemerkosaan tersebut.Sebab sejak peristiwa itu katanya kafe jadi sepi maka perlu diadakan syukuran.

Cuma kenapa gaji saya yang ditumbalkan padahal dalam hal ini saya adalah korban,tapi kenapa telah jatuh malah tertimpa tangga juga.”

Untuk memastikan kebenaran kejadian tersebut awak media mencoba menghubungi damar selaku salah seorang manajemen kafe Risma Pratiwi.

Awak media menghubungi melalui whatsapp 08587726****.Namun hingga berita ini tayang Damar tidak pernah memberikan jawaban atas peristiwa tersebut.Damar terkesan bungkam dan ingin menutup rapat rapat persoalan yang telah terjadi.

Meskipun konfirmasi yang disampaikan media telah dibaca dengan tanda centang dua berwarna biru.

Ditempat terpisah Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho saat dikonfirmasi melalui seluler menyampaikan bahwa tidak mengetahui peristiwa tersebut.

“Sebab hingga saat ini belum ada laporan resmi yang dibuat oleh pihak manajemen maupun korban pemerkosaan.

“Nanti akan saya suruh anggota untuk melakukan pengecekan.Saya ucapkan terima kasih atas informasinya.Kami akan lakukan lidik untuk kasus pemerkosaan tersebut.”

Soal adanya tempat hiburan yang tetap buka tanpa aturan khusus,masyarakat Sukoharjo sangat kecewa atas ketidak pedulian Pemkab Sukoharjo.

Seharusnya pemkab lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada pengusaha.

Apalagi yang mereka lakukan adalah sebuah penyakit masyarakat yang harus diberantas terutama dibulan Ramadhan.

“Menurut kami ini sudah keterlaluan, Seharusnya Pemkab Sukoharjo melakukan langkah yang sama seperti daerah lain.

Banyak tempat karaoke daerah lain yang tutup atau pemberlakuan jam operasional ketika memasuki bulan suci Ramadhan.

Pemda daerah lain umumnya berhenti beroperasi atau tutup sebulan penuh, atau minimal di atur secara ketat buka dan tutup nya oleh Pemkab setempat. Tapi disini, masih bebas beroperasi sampai pagi”.

“Kami perhatikan, Pemkab Sukoharjo sangat lemah dalam menerbitkan sebuah kebijakan.

Inilah yang membuat Para pengusaha Karaoke ngelunjak dan tetap beroperasi. Bupati harus segera melakukan tindakan tegas.

Jangan sampai ada kesan pembiaran. Jika hal ini terus berlangsung, dikawatirkan permasalahan ini akan melebar menjadi konflik Horizontal antara masyarakat setempat dan Pengusaha Karaoke”.**

Penulis : Redaktur

Pewarta : Dethpraz

Eman Melayu
Author: Eman Melayu
Pemimpin Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *